Banyak orang tua dan guru yang tiba-tiba panik saat mendekati ujian semester — bukan soal matematika atau IPA, tapi karena anaknya belum hafal satu pun peribahasa dan artinya untuk sekolah dasar. Padahal soal peribahasa hampir selalu muncul, entah itu dalam bentuk pilihan ganda, menjodohkan, atau isian singkat. Lumayan bikin frustrasi kalau tidak dipersiapkan dari jauh-jauh hari.
Peribahasa sendiri bukan sekadar rangkaian kata indah yang terdengar kuno. Ini adalah warisan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun lewat bahasa. Dalam kurikulum Bahasa Indonesia, materi peribahasa sekolah dasar biasanya mulai dikenalkan di kelas 3, lalu diperdalam di kelas 4 dan 5. Jadi wajar kalau porsinya cukup besar di ujian.
Artikel ini menyajikan 50 peribahasa yang paling sering keluar, lengkap dengan artinya. Disusun bukan sekadar untuk dihafal, tapi juga supaya mudah dipahami konteksnya.
Kenapa Peribahasa Penting di Sekolah Dasar?
Sebelum masuk ke daftarnya, ada baiknya dipahami dulu mengapa peribahasa anak SD mendapat perhatian khusus dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan perbuatan, kelakuan, atau hal mengenai diri seseorang.
Lebih dari sekadar definisi, peribahasa melatih kemampuan berpikir kritis anak. Mereka belajar menghubungkan makna tersurat dengan makna tersirat — sebuah keterampilan yang sangat dibutuhkan di jenjang pendidikan berikutnya. Wajar kalau soal peribahasa bahasa indonesia kelas 4 dan kelas 5 cukup banyak variasinya.
50 Peribahasa Beserta Artinya untuk SD
Berikut kumpulan peribahasa beserta artinya untuk SD yang diurutkan berdasarkan abjad agar lebih mudah ditemukan saat belajar atau mengulang materi.
Peribahasa Huruf A
- Ada asap ada api — Setiap peristiwa pasti punya penyebab. Tidak ada kejadian yang muncul begitu saja tanpa alasan.
- Ada gula ada semut — Di tempat yang menguntungkan atau menyenangkan, banyak orang akan berdatangan.
- Ada ubi ada talas, ada budi ada balas — Perbuatan baik tidak akan hilang sia-sia; pasti ada balasannya yang setimpal.
- Ada udang di balik batu — Ada niat tersembunyi atau maksud terselubung di balik suatu tindakan yang tampak biasa.
- Air beriak tanda tak dalam — Orang yang banyak bicara biasanya justru kurang berilmu dan suka pamer.
- Air susu dibalas air tuba — Kebaikan yang sudah diberikan justru dibalas dengan kejahatan atau pengkhianatan.
- Angan-angan tinggi bagai layang-layang — Punya cita-cita yang terlalu muluk dan sulit diwujudkan dalam kenyataan.
- Anjing menggonggong, kafilah berlalu — Meski banyak rintangan atau cercaan, orang yang teguh tidak akan goyah dan tetap melanjutkan usahanya.
- Asam garam kehidupan — Pengalaman hidup yang beragam — ada yang pahit, ada yang manis — yang membentuk seseorang menjadi dewasa.
Peribahasa Huruf B
- Bagai air di daun talas — Menggambarkan orang yang tidak punya pendirian tetap, mudah berubah-ubah sikap.
- Bagai air dengan minyak — Dua orang yang tidak bisa akur, selalu bertentangan meskipun dipaksakan bersama.
- Bagai duri dalam daging — Sesuatu atau seseorang yang terus mengganggu pikiran dan membuat tidak tenang.
- Bagai pinang dibelah dua — Dua orang atau dua hal yang sangat mirip, hampir tidak bisa dibedakan.
- Bagai pungguk merindukan bulan — Merindukan sesuatu yang hampir mustahil untuk didapatkan.
- Besar pasak daripada tiang — Pengeluaran lebih besar dari pemasukan; sering digunakan untuk menggambarkan pola hidup boros.
- Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing — Kebersamaan sejati — susah dan senang dirasakan bersama-sama.
- Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian — Dengan kerja keras dan pengorbanan di awal, keberhasilan akan datang kemudian.
- Bertepuk sebelah tangan — Usaha atau perasaan yang tidak mendapat respons dari pihak lain; hanya dari satu sisi saja.
- Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya — Sifat atau perilaku anak biasanya tidak jauh berbeda dari orang tuanya.
Peribahasa Huruf C sampai G
- Cepat kaki ringan tangan — Orang yang sigap, tangkas, dan selalu siap membantu orang lain tanpa diminta.
- Dalam laut dapat ditumpangi, dalam hati siapa yang tahu — Perasaan atau pikiran seseorang tidak bisa ditebak dari luar, hanya diri sendiri yang tahu.
- Darah lebih kental daripada air — Hubungan keluarga jauh lebih kuat dan mendalam dibanding hubungan dengan orang lain.
- Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung — Di mana pun berada, harus menghormati adat dan aturan yang berlaku di tempat tersebut.
- Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang — Orang besar atau berpengaruh akan selalu meninggalkan warisan dan kenangan baik setelah tiada.
- Gaji buta — Menerima upah atau bayaran tanpa bekerja atau melakukan tugas yang seharusnya.
- Gantungkan cita-cita setinggi langit — Jangan takut bermimpi besar; tetapkan tujuan yang tinggi dalam hidup.
Peribahasa Huruf H sampai L
- Habis manis sepah dibuang — Memanfaatkan orang lain selama masih berguna, lalu meninggalkannya begitu tidak dibutuhkan lagi.
- Hidup segan, mati tak mau — Kondisi seseorang yang tidak mau berusaha keras untuk hidup, tapi juga tidak mau menyerah.
- Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri — Senikmat apa pun hidup di perantauan, tetap lebih baik hidup di tanah kelahiran sendiri.
- Jangan menilai buku dari sampulnya — Jangan menghakimi seseorang hanya dari penampilan luarnya saja.
- Jauh di mata, dekat di hati — Jarak fisik yang jauh tidak memutuskan rasa sayang dan kedekatan batin.
- Kacang lupa kulitnya — Orang yang sudah maju atau sukses tapi melupakan asal-usul dan orang-orang yang pernah membantunya.
- Karena nila setitik, rusak susu sebelanga — Hanya karena satu kesalahan kecil, semua kebaikan yang sudah diperbuat bisa hancur seketika.
- Katak dalam tempurung — Orang yang wawasannya sempit karena tidak mau keluar dari lingkungan yang nyaman.
- Lempar batu sembunyi tangan — Melakukan perbuatan buruk tapi berpura-pura tidak tahu atau tidak terlibat.
- Lidah bercabang — Orang yang suka berbohong dan gemar mengadu domba.
Peribahasa Huruf M sampai S
- Madu di mulut, racun di hati — Tampak ramah dan manis di luar, tapi menyimpan niat jahat di dalam hati.
- Makan buah simalakama — Berada dalam dilema yang tidak ada pilihan enaknya; apa pun yang dipilih ada risikonya.
- Malu bertanya, sesat di jalan — Orang yang enggan bertanya ketika tidak tahu justru akan semakin tersesat atau salah arah.
- Menepuk air di dulang — Perbuatan yang sia-sia dan tidak membawa manfaat apa pun.
- Nasi sudah menjadi bubur — Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa dikembalikan seperti semula.
- Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga — Sepintar atau sekuat apa pun seseorang, pasti ada saatnya ia berbuat salah atau kalah.
- Selama hayat masih dikandung badan — Selama masih hidup, tidak ada alasan untuk berputus asa.
- Seperti anak ayam kehilangan induknya — Menggambarkan orang yang kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa karena kehilangan sosok panutan.
- Seperti katak dalam tempurung — Orang yang pengetahuannya terbatas dan tidak mau membuka diri terhadap hal baru.
- Sudah jatuh tertimpa tangga pula — Sudah dalam kesulitan, malah datang masalah baru yang memperparah keadaan.
Peribahasa Huruf T
- Tak ada rotan, akar pun jadi — Jika tidak punya yang terbaik, gunakan apa yang ada dengan sebaik mungkin.
- Tak ada gading yang tak retak — Tidak ada manusia yang sempurna; setiap orang pasti punya kekurangan.
- Tong kosong nyaring bunyinya — Orang yang kurang berilmu justru sering paling banyak bicara dan paling keras suaranya.
- Lubuk dalam, pandai menyelam — Orang yang berpengalaman akan lebih lihai menghadapi tantangan dan permasalahan yang rumit sekalipun.
Tips Belajar Peribahasa yang Efektif untuk Anak SD
Menghafal contoh peribahasa anak sekolah dasar memang tidak semudah menghafal rumus. Maknanya abstrak, dan bagi anak-anak yang terbiasa berpikir konkret, ini bisa jadi tantangan tersendiri. Tapi ada beberapa cara yang terbukti membantu.
Pertama, gunakan cerita pendek. Daripada sekadar membaca daftar, coba buat kalimat atau cerita singkat yang menggunakan peribahasa tersebut. Misalnya, cerita tentang teman yang kacang lupa kulitnya setelah dapat nilai bagus. Konteks membuat makna lebih mudah melekat.
Kedua, belajar peribahasa dalam kelompok berdasarkan tema — misalnya peribahasa tentang kerja keras, tentang persahabatan, atau tentang kesombongan. Pengelompokan seperti ini membantu otak membentuk asosiasi yang lebih kuat dibanding menghafal satu per satu secara acak.
Ketiga, latihan soal adalah kunci. Banyak kumpulan peribahasa ujian SD yang bisa ditemukan di buku latihan atau soal-soal tahun sebelumnya. Semakin sering latihan, semakin akrab anak dengan pola soal yang biasa keluar.
Peribahasa Mana yang Paling Sering Keluar di Ujian?
Berdasarkan pola soal ujian SD yang umum beredar, beberapa peribahasa populer anak SD yang paling sering muncul antara lain: tong kosong nyaring bunyinya, besar pasak daripada tiang, tak ada gading yang tak retak, air beriak tanda tak dalam, dan berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Kelima peribahasa ini hampir selalu hadir dalam berbagai bentuk soal.
Untuk peribahasa indonesia dan artinya kelas 5, soalnya biasanya lebih menguji pemahaman konteks — anak diminta memilih peribahasa yang tepat untuk sebuah situasi tertentu, bukan sekadar menjodohkan arti. Ini yang membedakan tingkat kesulitannya dari kelas 4.
Penutup
Memahami peribahasa dan artinya untuk sekolah dasar bukan hanya tentang persiapan ujian. Di balik setiap ungkapan itu ada pelajaran hidup yang, kalau dipahami sejak dini, bisa membentuk cara pandang anak terhadap dunia. Arti peribahasa materi SD yang tampak sederhana sebenarnya menyimpan kebijaksanaan yang tidak lekang oleh waktu.
Gunakan daftar 50 peribahasa di atas sebagai bahan belajar utama, lalu perkuat dengan latihan soal dan diskusi bersama anak tentang makna setiap peribahasa dalam kehidupan nyata. Cara itu jauh lebih efektif dibanding sekadar menghafal tanpa memahami.
Referensi: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V, Pusat Bahasa Kemendikbud; Buku Teks Bahasa Indonesia SD Kelas 4 dan 5, Kemdikbudristek.